Sekolah Dasar
merupakan bagian dari sistem
pendidikan nasional yang
tercantum dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun mengenai sistem pendidikan nasional. Pendidikan dasar
adalah pendidian yang bertujuan
untuk mengembangkan kualitas sumber
daya manusia melalui
pendidikan yang terarah, terencana,
dan berkesinambungan. Di sekolah
dasar diberikan konsep
pengetahuan yang diselaraskan
dengan tingkat usia
siswa. Pada jenjang Sekolah
Dasar, peserta didik belajar berbagai
hal yang dapat
mengembangkan tiga ranah kompetensi
yaitu kognitif, afektif,
dan psikomotor. Peserta
didik dibimbing dan diarahkan
untuk menemukan dan
memahami konsep, menemukan
dan mengembangkan potensi, bersikap
dan bersosialisasi dengan lingkungannya.
Berbagai hal
yang harus dipelajari peserta
didik terkandung dalam beberapa mata pelajaran yang ada. Sekolah Dasar dalam proses
belajar mengajar memerlukan media pembelajaran yang konkret berguna untuk membantu pendidik
dalam proses penyampaian materi
pelajaran agar peserta
didik memperoleh pesan yang
disampaikan pendidik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran pada
sekolah dasar saat
ini menggunakan pembelajaran tematik
yang dimana menggabungkan beberapa mata pelajaran di
setiap pertemuan dan
peralihan antara mata pelajaran
satu dan yang lainnya tidak terlihat.
Untuk menyempurnakan pembelajaran tematik
yang telah digunakan
di sekoah dasar, pembelajaran
berbasis STEM muncul
untuk menjawab tantangan
abad 21.
STEM merupakan singkatan dari Science,
Technology, Engineering dan Mathematic.
STEM ini memungkinkan
peserta didik untuk
mempelajari konsep akademik secara tepat
dengan menerapkan empat
disiplin ilmu yang berbeda.
Dengan megintegrasikan empat disiplin
ilmu ini, diharapkan
kemampuan 4C yang digadang
gadang di abad
21 ini tercapai. Pembelajarn STEM ini sangatlah dini untuk para guru Sekolah
Dasar, masih banyaknya
atau minimnya pengetahuan
mengenai STEM ini. Pembelajaran STEM beberapa tahun terakhir ini telah banyak
diterapkan di beberapa negara maju seperti Finlandia yang notabene mendidik siswa menjadi produktif
(Musnindar, 2018). Namun di Indonesia,
untuk pembelajaran STEM
masih kurang dikenali
oleh guru khususnya
guru SD (Bunyamin, 2016).
Konsep dari STEM ini adalah menerapkan pembelajaran terintegrasi tematik model dengan pendekatan ilmiah. Pembelajaran STEM ini sangat cocok untuk diterapkan di SD karena melalui integrasi beberapa mata pelajaran dan diaplikasikan dalam kehidupan nyata (Nurlenasari, Lidinillah, Nugraha, & Hamdu, 2019:1). Pembelajaran STEM ini mengarahkan peserta didik untuk dapat mengembangkan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. Selain itu STEM juga mampu membuat pembelajaran ini dikemas dengan menarik dan melibatkan peserta didik dalam pembelajaran serta mengintegrasikan beberapa pengetahuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar