Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka
Salah satu tujuan Merdeka Belajar adalah mengembangkan soft skill dengan penguatan karakter. Pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual dengan kekhasan lokal. Penekanan pembelajaran yang berpihak pada murid sangatlah sesuai dengan filosofi Kihajar Dewantara dan kurikulum merdeka. KHD percaya bahwa setiap anak memiliki keunikan yang harus dikembangkan dengan pendidikan yang relevan dan bermakna agar mereka mampu menghadapi perkembangan abad 21 dengan kemampuan berkolaborasi, komunikasi, kreatif dan berpikir kritis, ikut menguatkan ekosistem digital pendidikan.
Untuk
mengusung itu semua tentu dimulai dari pembelajaran yang baik. Pembelajaran
yang baik adalah pembelajaran yang berkesan dan bermakna bagi peserta didik
kita. Pembelajaran yang betul betul sesuai dengan keadaan nyata yang mereka
hadapi sehingga di kemudian hari tidak canggung menghadapi dunia setelah
pendidikan. Pembelajaran akan terasa lebih bermakna dan berkesan kita kita
sebagai guru mampu menghadirkan suasana nyata lingkungan sekitar dan peserta
didik langsung mengalami, tidak hanya sekedar mentransfer teori yang ada.
Merdeka
belajar yang diluncurkan oleh pemerintah menjadikan pembelajaran tidak lagi
berpusat pada guru, dengan memperkenalkan teknologi mendorong para siswa untuk
bisa menganalisis kesenjangan kehidupan sosial mereka dan mampu mencari solusi
dari setiap permasalahan yang mereka hadapi. Dengan merdeka belajar,
guru memberikan ruang kolaborasi yang sebesar besarnya pada peserta didik agar
mampu berpikir kritis dan menemukan solusi dari setiap permasalahan.
Model Pembelajaran SETS
Model pembelajaran SETS (Science Environment Technology and Society) adalah salah satu inovasi pembelajaran yang sangat relevan dan bermakna karena terintegrasi antara sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Model ini memberikan kesempatan kepada murid untuk mengeksplor setiap sumber pengetahuan dan mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Model SETS sangat cocok untuk materi tentang lingkungan dan pengaruh aktivitas manusia terhadap lingkungan.
E-Modul Interaktif Berbasis Canva For Education
Pemanfaatan E-modul interaktif berbasis Canva for Edu sangat mendukung pembelajaran dengan model SETS. E-modul interaktif ini juga mampu mengasah kemampuan berteknologi siswa dalam menghadapi era digital pendidikan.
E-modul interaktif ini sudah terintegrasi dengan youtube dan lembar kerja di Live worksheet. Setiap siswa akan langsung mengeksplorasi untuk mengembangkan pengetahuan yang sebelumnya telah mereka ketahui dan ditambah dengan pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Berikut desain e-modul yang digunakan:
Kearifan Lokal Budaya Melayu Riau
Adanya integrasi kearifan lokal pada pembelajaran menjadikan siswa sebagai generasi yang tidak lupa akan budaya dan keraifan lokal tempat mereka berada, sebagaimana pepatah melayu mengatakan "Dimana Bumi dipijak, Di situ langit dijunjung, Tak kan melayu hilang di bumi, Bumi bertuah negeri beradat."
Begitu banyak kearifan lokal melayu yang dapat diintegrasikan dengan pembelajaran, terutama pembelajaran tentang lingkungan, karena sejatinya masyarakat melayu sejak dahulu sangat mencintai lingkungan dan begitu banyaknya petuah adat yang memperhatikan kelestarian lingkungan alam.
Sintaks Model Pembelajaran SETS
Invitasi
Pada tahap ini guru mengundang dan memanggil pengetahuan awal siswa dengan memberikan pertanyaan pemantik, sehingga guru bisa menggali sejauh mana siswa tau tentang materi yang akan dipelajari.
Eksplorasi
Dalam tahap eksplorsi, saatnya siswa secara berkelompok untuk mengeksplor materi dengan memanfaatkan e-modul interaktif yang disediakan melalui gawai yang mereka miliki. Anak anak sangat antusias karena e-modul tersebut sudah langsung bisa terhubung ke youtube maupun lembar kerja dan sumber belajar lainnya.
Eksplanasi dan Solusi
Setiap kelompok memiliki kesempatan untuk menyampaikan hasil diskusi mereka pada tahap ini, dan di sini juga saatnya guru dapat melatih kemampuan berkonunikasi para siswa agar mampu mnyampaikan solusi yang telah mereka diskusikan. Ada diferensiasi produk dari hasil diskusi mereka, dapat berupa tulisan, poster atau berupa catatan catatan penting sesuai dengan pilihan kelompok masing masing.
Tindak lanjut
Ini merupakan tahapan akhir dari penerapan model SETS, pada tahap tindak lanjut guru melakukan penguatan terhadap hasil diskusi dan eksplorasi siswa, dan di sini pula kita dapat menyisipkan cerita tentang kearifan budaya melayu riau tentang pelestarian lingkungan, di antaranya:
1. Tentang kerajaan siak tang senantiasa melindungi hutan
2. Adanya aturan di cagar alam biofer Giam Siak Kecil
3. Hutan larangan adat rumbio
4. Larangan penebangan pohon sialang dan sederet aturannya.
Penguatan karakter dengan menceitakan begitu perhatiannya para leluhur dan pemangku adat dari jaman dahulu terhadap pelestarian lingkungan, agar kita tidak sembarangan dalam merperlakukan lingkungan.
Hal baik yang didapat setelah penerapan inovasi
Banyak hal baik yang bisa didapatkan dengan penerapan model SETS, di ataranya adalah:
1. Pembelajaran kontekstual dan bermakna.
2. Guru tidak lagi sebagai pusat dalam pembelajaran, namun sebagai fasilitator.
3. SETS adalah pembelajaran yang terintegrasi, sehinga siswa bisa mendapatkan multi kecakapan.
4. Meningkatnya kemampuan berteknologi siswa
5. Sangat relevan dengan kurikulum merdeka
6. Peserta didik sangat antusias dalam proses pembelajaran
Demikian tahapan pelasanaan model pembelajaran SETS yang dapat diterapkan pada pembelajaran tentang lingkungan baik di tingkat dasar maupun ditingkat lanjut, semoga dengan inovasi ini, saya ikut berkontribusi dalam "Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi Wujudkan Merdeka Belajar." (Resty)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar