Belajar Asyik dan Menyenangkan dengan Pendekatan STEM di Sekolah Dasar
STEM, ya belakangan kata kata ini cukup familiar. Apa ya yang
dimaksud dengan STEM? Yuk simak tulisan ini, benarkah pembelajaran STEM menyenangkan dan menarik bagi siswa?
Nah, STEM itu sendiri adalah singkatan dari Science, Technology, Engineering and
Math. STEM yang digagas oleh Amerika Serikat ini merupakan pendekatan yang
menggabungkan keempat disiplin ilmu tersebut secara terpadu ke dalam metode
pembelajaran berbasis masalah dan kejadian kontekstual sehari-hari. Metode
pembelajaran berbasis STEM menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara
bersamaan untuk menyelesaikan suatu kasus. Pendekatan ini dinyatakan sebagai
pendekatan pembelajaran abad-21 dalam upaya untuk menghasilkan sumber daya
manusia dengan kognitif, psikomotor dan afektif yang berkualitas. Di Amerika,
STEM telah dibahas sejak tahun 1990-an dan sampaikan sekarang masih terus
dikembangkan.
Untuk memahami lebih lanjut tentang STEM berdasarkan disiplin ilmu
yang menjadi sandaran STEM, NRC (2014) menjabarkan bahwa:
1. Sains adalah Kegiatan
yang melibatkan pemahaman dan penerapan tentang fenomena alam dan keadaan
perilaku sosial menggunakan metodologi sistematis, dan berdasarkan bukti
melalui observasi dan eksperimen;
2. Teknik/rekayasa
merupakan pengetahuan dan keterampilan untuk merancang dan meng- kontruksi
mesin, sistem, material dan proses yang bermanfaat bagi manusia secara ekonomis
dan ramah lingkungan;
3. Teknologi merupakan
berbagai inovasi untuk memodifikasi alam agar memenuhi kebutuhan dan keinginan
manusia.
4. Matematika adalah
segala sesuatu terkait pola-pola, hubungan-hubungan, angka-angka, kuantitas,
dan ruang serta menyediakan bahasa bagi teknologi, teknik dan sains.
Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, pendidikan STEM
bertujuan mengembangkan peserta didik yang STEM literate (Bybee, 2013) dengan
rincian sebagai berikut:
Pertama: memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk
mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam situasi kehidupannya, menjelaskan
fenomena alam, mendesain, serta menarik
kesimpulan berdasar bukti
mengenai isu-isu terkait STEM.
Kedua: memahami karakteristik khusus disiplin STEM sebagai
bentukbentuk pengetahuan, penyelidikan, dan desain yang digagas manusia.
Ketiga: memiliki kesadaran bagaimana disiplin-disiplin STEM membentuk lingkungan material, intelektual dan kultural.
Keempat: memiliki keinginan untuk terlibat dalam kajian isu-isu
terkait STEM (misalnya efisiensi
energi, kualitas lingkungan,
keterbatasan sumberdaya alam)
sebagai manusia yang konstruktif,
peduli, dan reflektif
menggunakan gagasan- gagasan
sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Penggunaan pendekatan STEM dalam pembelajaran memberikan peluang
bagi peserta didik bahwa konsep, prinsip, dan teknik dari sains, teknologi,
rekayasa, dan matematika digunakan secara terintegrasi dalam pengembangan
produk, proses, dan sistem serta terutama dapat mengarahkan peserta didik dalam
mencari solusi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Itulah singkatnya apa yang dimaksud dengan STEM, saya sendiri
mencobakan ke siswa saya pendekatan STEM dengan model ABCDE ( Amati, Baca,
Cari, Diskusi, dan Evaluasi). Siswa mencoba mengamati di sekelilingnya kira
kira mau mengangkat masalah apa ya? atau permasalahan apa yang sedang ramai dibincangkan dan dicarikan solusinya?
Ketika siswa coba mengamati sejatinya mereka akan berusaha untuk berpikir kritis dan kreatif untuk mengamati sekelilingnya. Jadi dengan pendekatan STEM pembelajaran jadi lebih bermakna dan siswa mengalaminya.
Berikut ini contoh contoh hasil kegiatan pembelajaran STEM di SD
yaitu mengatasi sampah dengan komposter mini dan ecobrick. Kemudian mencoba
menyusun menu rendah jejak karbon.
Dan alhamdulillah proyek ini ikut di proyek olimpiade sains kuark 2020 dan berhasil mendapatkan penghargaan honorable mention.
lengkapnya ada di video berikut ini:
#STEM
#STEMIndonesia
#ProjectBaseLearning
#ProblemBaseLearning
#Inkuiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar