Kamis, 11 November 2021
Roadshow 4
Berbagi dan Berkolaborasi Sambil Mengudara Bersama Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) Siak
Roadshow 3
Berinovasi Bersama Rumah Belajar di SDN 01 Suak Lanjut Siak
Dokumentasi Kegiatan:
Rabu, 10 November 2021
Roadshow 2 (Tatap Maya)
Belajar Asyik Bersama Rumbel dan Kiara ( Kearifan Lokal Bidang Industri Asal Riau)
Roadshow 1
Sosialisasi Praktik Baik dan Rumah Belajar di SD Alam Siak Sri Indrapura
TUGAS VLOG PEMBATIK LEVEL 4:
Implementasi Model Pembelajaran PjBL-STEM dengan Memanfaatkan TV Edukasi Sebagai Pengetahuan Awal Menuju Terwujudnya Merdeka Belajar dengan Kearifan lokal
Berawal dari kata kata bijak yang fenomenal dari Ali Bin abi Thalib "Ajarilah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup dizamannya bukan di zamanmu. Setiap anak lahir untuk zamannya."
Mencerna kata kata tersebut sudah seharusnya kita sadar bahwa apa yang kita ajarkan kepada anak didik kita adalah hal hal yang akan mereka gunakan di masa yang akan datang yang tentu saja seiring sejalan dengan kemajuan teknologi saat ini.
Memasuki abad 21 guru harus menempatkan tujuan pembelajaran pada 4 sendi yaitu berpikir kritis, kerjasama, kreatif dan komunikatif. Jika guru masih melakukan pembelajaran yang konvensional dan tidak merubah paradigma tentang pembelajaran tentu hal ini akan menjadi sebuah kesenjangan yang akan menghambat tujuan dan ekspektasi pendidikan di masa digital ini.
Merdeka belajar yang diluncurkan oleh pemerintah menjadikan pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, dengan memperkenalkan teknologi mendorong para siswa untuk bisa menganalisis kesenjangan kehidupan sosial mereka dan mampu mencari solusi dari setiap permasalahan yang mereka hadapi. Dengan merdeka belajar, guru memberikan ruang kolaborasi yang sebesar besarnya pada peserta didik agar mampu berpikir kritis dan menemukan solusi dari setiap permasalahan.
Untuk mengusung itu semua tentu dimulai dari pembelajaran yang baik. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang berkesan dan bermakna bagi peserta didik kita. Pembelajaran yang betul betul sesuai dengan keadaan nyata yang mereka hadapi sehingga di kemudian hari tidak canggung menghadapi dunia setelah pendidikan. Pembelajaran akan terasa lebih bermakna dan berkesan kita kita sebagai guru mampu menghadirkan suasana nyata lingkungan sekitar dan peserta didik langsung mengalami, tidak hanya sekedar mentransfer teori yang ada.
Berpijak dari keinginan untuk memberikan pembelajaran bermakna kepada peserta didik maka penulis mencoba untuk melakukan praktik baik dalam pembelajaran yang berjudul "Implementasi Model Pembelajaran PjBL-STEM Memanfaatkan TV Edukasi Sebagai Pengetahuan Awal Menuju Terwujudnya Merdeka Belajar dengan Kearifan Lokal."
Apa Itu PjBL-STEM?
1. Project Based Learning (PjBL)
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Project based learning atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan. (dikbud.kolutkab.go.id)
2. STEM (Sains, Tecnology, Engineering, Math)
STEM (variannya: STEAM atau STEARM) yang merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering and Mathematics menjadi metode pembelajaran yang terus meningkat popularitasnya di Indonesia. Metode ini digunakan untuk memberi relevansi lebih besar pada mata pelajaran di kelas karena STEM langsung membahas dunia dan masalah nyata siswa dan masyarakat
STEM harus berfokus pada isu atau masalah nyata. Setiap pelajaran harus kontekstual. Kedua, STEM merupakan kegiatan bersifat inkuiri, hands-on, dan open-ended. Kurtilas menyatakan bahwa pelajaran itu harus saintifik. Ketiga, STEM dikembangkan melalui proses perancangan rekayasa (engineering design processes). Siswa senantiasa didorong untuk berkreasi, melakukan inovasi dan terobosan. Keempat, STEM menerapkan sains dan matematika secara kreatif, efektif, dan kontekstual. Kelima, STEM memungkinkan jawaban jamak dari siswa dan memperbaiki kegagalan sebagai bagian penting dari pembelajaran. Keenam, STEM membangun kemampuan bekerjasama (Jolly, 2014) (Triyanta, 2018). (STEM.id)
3. TV Edukasi
TVE (disingkat dari Televisi Edukasi) adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Wikipedia, Stasiun televisi ini khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyarakat. Stasiun televisi ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia saat itu yaitu Bapak Abdul MalikFadjar tanggal 12 Oktober 2004 yang berada dari Studio TV Edukasi di Jakarta untuk meresmikan oleh penandatangani batu prasasti sebagai tanda mengudara TV Edukasi dan memiliki afiliasi dengan stasiun televisi pendidikan di seluruh Indonesia. TV Edukasi dimiliki oleh Kementrian Pendidikan Nasional Indonesia. Siaran TV Edukasi direlai oleh TVRI.
Tujuan didirikannya TV Edukasi ialah memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk menunjang tujuan pendidikan nasional. Sasaran TV Edukasi adalah peserta didik dari semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, praktisi pendidikan, dan masyarakat. TV Edukasi mulai mengadakan kompetisi kuis Kihajar (Kita Harus Belajar) sejak tahun 2004. Kompetisi ini diadakan bertujuan untuk mencari siswa SMP sederajat yang berprestasi. Siswa SMP sederajat yang memenangkan kompetisi kuis Kihajar akan mendapat beasiswa sampai S1. Mulai tahun 2011, selain untuk SMP, kompetisi Kihajar juga diadakan untuk siswa SD dan SMA sederajat. (pena.belajar.kemdikbud.go.id)
4. Merdeka belajar dan kearifan lokal
Merdeka Belajar slogan Sekolah Cikal yang dipinjam sebagai program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Esensi kemerdekaan berpikir, menurut Nadiem, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Nadiem menyebut, dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi.
Pada tahun mendatang, sistem pengajaran juga akan berubah dari yang awalnya bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuansa pembelajaran akan lebih nyaman, karena murid dapat berdiskusi lebih dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi, dan tidak hanya mengandalkan sistem peringkat (ranking) yang menurut beberapa survei hanya meresahkan anak dan orang tua saja, karena sebenarnya setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang masing-masing. Nantinya, akan terbentuk para pelajar yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat.(Wikipedia.org)
Kearifan lokal yang saya ambil adalah industri kelapa sawit yang meninggalakan limbah berupa tandan kosong kelapa sawit yang ternyata mampu menghasilkan gas rumah kaca.
Pada Praktik baik ini ada 3 tahapan yang akan dilaksanakan yaitu Tahap perencanaan, Tahap Pelaksanaan dan Pasca peaksanaan.
1. Tahap Perencanaan.
Pada tahap perencanaan seperti lazimnya guru akan mempersiapkan segala hal pendukung pembelajaran, seperti rencana pembelajaran, media, alat dan bahan dan merancang skenario yang akan dilaksanakan selama pembelajaran. Setelah menyiapkan segala perangkat pembelajaran guru mengatur strategi untuk menjalankan sintak model pembelajaran yang akan digunakan.
Sintak model pembelajaran PjBL-STEM secara berututan adalah: 1) Penentuan pertanyaan mendasar. 2) Mendesain perancanaan proyek. 3) Menyusun Jadwal 4) memantau kemajuan proyek 5). menguji hasil dan 6) evaluasi dan mengkomunikasikan.
Pada Proyek kali ini yang akan dibuat adalah Arang Hayati memanfaat tandan kosong kelapa sawit yang menurut berbagai sumber banyak menghasilkan gas CO2 sebagai penyumbang gas rumah kaca.
Penerapan STEM yang dilakukan adalah: Sains (Membuat arang hayati (Biochar)), Tecnology (memanfaatkan TV edukasi), Engineering (Bekerha sesuai urutan prosedur) dan Math (membuat diagran/grafik hasil percobaan.
2. Tahap Pelaksanaan
- Penentuan pertanyaan mendasar: Guru memberikan pertanyaan memancing siswa untuk berpendapat setelah sebelumnya mereka mengakses informasi di TV Edukasi. Pertanyaan menantang yang diberikan adalah hal yang relevan dan berada di sekitar peserta didik. SEtelah ditugaskan untuk menonton salah satu video di kanal youtube TV Edukasi tentang perubahan iklim maka guru akan meminta pendapat siswa apakah ada faktor pendukung perubahan iklin di sekitar kita. Maka akan mengalir bergam jawaban dari siswa sampai guru mengarahkan jawaban ke limbah tandan kosong kelapa sawit yang ternyata berpotensi untuk menghasilkan zat rumah kaca.
- Mendesain Pelaksanaan Proyek: Mendesain bersama guru dan siswa agar siswa benar benar merasakan pembelajaran yang nyata, disinlah terasa kebermaknaannya pembelajaran. Semua tahapan didesain bersama, mulai dari cara pembuatan dan siapa yang akan bertugas untuk melakukan di rumah karena PTM terbatas tidak mungkin melakukan di sekolah.
- Menyusun jadwal: Guru menyusun jadwal pelaksanaan proyek mandiri di rumah. Guru bersama sama siswa menyusun jadwal pelaksanaan proyek dan menentukan siapa yang akan melaksanakan di rumah dan sipa yang bertugas untuk mendokumentasikan, membuat laporan dan mengkomunikasikannya
- Memantau kemajuan proyek: Guru meminta hasil dokomentasi pelaksanaan proyek di rumah berupa foto kegiatan. Semua kegiatan terangkum dalam dokumentasi yang dibuat.
- Meguji hasil: arang hayati yang dibuat diujikan sebagai pupuk untuk dilihat perbandingannya dengan penggunaan tandan kosong langsung yang tanpa diolah menjadi arang hayati.
- Evaluasi: Guru meminta siswa mengevaluasi hasil proyek dan mengkomunikasikannya di depan kelas
Dari kegiatan yang dilakukan oleh siswa dan difasilitasi oleh guru sangat terlihat bahwa model PjBL secara langsung terkait dengan Pendekatan STEM. - Sains: Membuat arang hayati (biochar)
- Tecnology: siswa memanfaatkan teknologi yang ada melalui TV Edukasi untuk mencari info seputar proyek
- Engineering: kemampuan siswa untuk bekerja sesuai prosedur sudah mengukur kemampuan engineeringnya
- Math: terakhir siswawa akan membuat digram perbandingan antara penggunaan arang hayati sebagai pupuk
Setelah tahap pelaksanaan selesai, guru akan memberikan evaluasi dan bersama sama siswa mereview ulang apa apa saja yang dirasakan siswa selama melaksanakan proyek ini sebagai umpan balik dan menjadi perbaikan serta pengalaman dipembelajaran berikutnya.
Hal hal baik yang dapat diambil dari penerapan model ini adalah
- Peserta didik merasakan langsung proses belajar bermakna dan pembelajaran terkait dengan kearifan lokal yang ada di daerah siswa tinggal. Dekat dengan daerah penghasil kelapa sawit menjadikan siswa bisa mengambil pelajaran dari lingkungannya sendiri dan mampu mencari solusi dari permasalahan yang ada.
- Pendekatan PjBL STEM sangat mendukung cita cita terwujudnya merdeka belajar yang mampu mnciptakan ruang kolaborasi bagi peserta didik. Mereka bebas mengeluarkan ide dan pendapatnya tentang masalah yang dihadapkan pada mereka.
- Pendekatan PjBL-STEM sangat jelas mampu mengasah kemampuan abat 21 pada siswa, berpikir kritis, berkolaborasi, kreatif dan komunikatif.
- Model dan pendekatan PjBL - STEM sangat pas diterapkan di masa PTMT saat ini dengan waktu yang sangat terbatas. Dengan pendekatan STEM guru sudah bisa merangkum beberapa pembelajaran dan skill sekaligus.
- Peserta didik sangat antusias mengikuti pembelajaran karena membahas apa yang ada di sekitar mereka, pembelajaran tidak monoton dan mereka merasakan menjadi seorang ilmuwan yang sungguh sungguh dalam penemuannya.
Penerapan Model Pembelajaran SETS (Science Environment Technology and Society) pada Materi Lingkungan Memanfaatkan E-Modul Interaktif Berbasis Canva For Education Terintegrasi Kearifan Lokal Melayu Riau
Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka Salah satu tujuan Merdeka Belajar adalah mengembangkan soft skill dengan penguatan karakter. Pembel...
-
Roadshow 1 Sosialisasi Praktik Baik dan Rumah Belajar di SD Alam Siak Sri Indrapura Jumat 05 November 2021, SD Alam Siak Sri Indrapura Keg...
-
TUGAS VLOG PEMBATIK LEVEL 4: Implementasi Model Pembelajaran PjBL-STEM dengan Memanfaatkan TV Edukasi Sebagai Pengetahuan Awal Menuju Terwu...
-
Sudah lebih dari satu tahun negeri kita dilanda pandemi Covid_19. Selama itu pula banyak perubahan terjadi di berbagai lini kehidupan, tak t...